<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cahyaroma&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://cahyaroma.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cahyaroma.wordpress.com</link>
	<description>make better place for you and for me</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Sep 2011 07:12:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='cahyaroma.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cahyaroma&#039;s Blog</title>
		<link>http://cahyaroma.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cahyaroma.wordpress.com/osd.xml" title="Cahyaroma&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://cahyaroma.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Thanks Allah</title>
		<link>http://cahyaroma.wordpress.com/2011/09/27/thanks-allah/</link>
		<comments>http://cahyaroma.wordpress.com/2011/09/27/thanks-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 07:12:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahyani Eka Romadhoni'Site</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyaroma.wordpress.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[alhamdulillah&#8230; thanks Allah atas semua nikmat ini&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyaroma.wordpress.com&amp;blog=13774457&amp;post=129&amp;subd=cahyaroma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>alhamdulillah&#8230;<br />
thanks Allah atas semua nikmat ini&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahyaroma.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahyaroma.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahyaroma.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahyaroma.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahyaroma.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahyaroma.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahyaroma.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahyaroma.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahyaroma.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahyaroma.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahyaroma.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahyaroma.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahyaroma.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahyaroma.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyaroma.wordpress.com&amp;blog=13774457&amp;post=129&amp;subd=cahyaroma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyaroma.wordpress.com/2011/09/27/thanks-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/409e5b921beaf95a86efd7fe3a9bc84c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahyaroma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gaya Tubuh dalam Keadaan Statis</title>
		<link>http://cahyaroma.wordpress.com/2011/03/14/gaya-tubuh-dalam-keadaan-statis/</link>
		<comments>http://cahyaroma.wordpress.com/2011/03/14/gaya-tubuh-dalam-keadaan-statis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Mar 2011 02:09:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahyani Eka Romadhoni'Site</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyaroma.wordpress.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Percobaan ini berjudul “ Gaya Tubuh dalam Keadaan Statis”. Adapun tujuan dari percobaan ini adalah mendeskripsikan kelas ketiga system pengumpil pada gaya otot lengan dan menghitung gaya otot yang bekerja. Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini antara lain &#8230; <a href="http://cahyaroma.wordpress.com/2011/03/14/gaya-tubuh-dalam-keadaan-statis/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyaroma.wordpress.com&amp;blog=13774457&amp;post=126&amp;subd=cahyaroma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Percobaan ini berjudul “ <em>Gaya Tubuh dalam Keadaan Statis</em>”. Adapun tujuan dari percobaan ini adalah mendeskripsikan kelas ketiga system pengumpil pada gaya otot lengan dan menghitung gaya otot yang bekerja. Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini antara lain : barbell, balok kayu, pita ukur, neraca pegas, busur derajar, dan alat tulis.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada percobaan ini menggunakan beberapa langkah kerja. Langkah ke &#8211; 1<em> </em>Mengangkat beban ( barbel dan balok kayu ) yang sudah diketahui massanya. Pada  percobaan ini praktikan menggunakan 3 beban dengan massa yang berbeda. Beban yang pertama adalah barbell dengan massa 1 kg. Beban kedua barbell dengan massa 2 kg. Beban ketiga balok kayu dengan massa 0,24 kg.</p>
<p style="text-align:justify;">Langkah ke-2 dalam percobaan ini adalah menghitung panjang lengan bawah ( AB ). Panjang lengan Ab dihitung dari pangkal siku sampai ketitik bawah beban yan gbertumpu pada telapak tangan. Dalam hal ini kami mengukurnya sampai tulang pangkal jari tengah telapak tangan. Panjang AB dari masing – masing anggota kelompok kami  berbeda. Urutan panjang AB dari ketiga anggota kelompok kami dari yang tertpanjang adalah A (Cahya), B (Reni), dan C (Ana). Adanya data panjang lengan (AB) digunakan untuk perhitungan mendapatkan besar gaya otot yang bekerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Langkah ke – 3 menetapkan jarak titik tumpu dan gaya otot ( panjang lengan kuasa ). Menurut keadaan yang sebenarnya, jarak titik tumpu dan gaya otot masing– masing orang berbeda. Namun dengan  asumsi umur mahasiswa yang seangkatan hampir sama dan juga rata – rata panjang lengan kuasa orang dewasa hampir sama lebih kurang 4 cm maka dalam percobaan ini panjang lengan kuasa dibuat sama yaitu 4 cm.</p>
<p style="text-align:justify;">Langkah ke-4 menetapkan titik tengah gravitasi ( Cg ) adalah setengah dari panjang lengan bawah.  Langkah ke-5 menuliskan data hasil pengukuran dalam tabel. Langkah ke – 6 menghitung gaya otot (M) dengan persamaan :</p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;">Langkah ke – 7 mengulangi percobaan dengan orang ke – 2 dan ke – 3 yang panjang lengannya berbeda. Panjang lengan pada percobaan ini adalah A =34,5 cm, 31 cm, 29 cm.  Langkah ke-8 adalah mengulangi percobaan dengan beban yang berbeda. Langkah ke-9 mengulangi percobaan dengan lengan bawah membentuk sudut tertentu (30<sup>0</sup>, 45<sup>0</sup>,<sup> </sup>60<sup>0</sup>) . Langkah ke – 10 menghitung gaya otot (M) dengan persamaan :</p>
<p style="text-align:justify;">Langkah terakhir adalah menyimpulkan bagaimana hubungan besar sudut dengan besar gaya otot.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada percobaan ini, klas gaya otot yang terjadi adalah klas 3. Yaitu gaya otot (M) terletak diantara titik tumpuan dan gaya berat (W). Dalam percobaan ini titik tumpuan berada 4cm dari lengan kita. Sementara gaya otot berada setelah titik tumpu, di mana gaya otot ini mempunyai vektor ke atas dari lengan kita. Gaya berat berada di paling ujung lengan kita. Tepatnya berada di pangkal jari tengah telapak tangan kita yang diberi beban.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada obyek  A diperoleh data hubungan antara massa dengan panjang lengan (AB) sebagai berikut :</p>
<div style="text-align:justify;">
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="308">
<tbody>
<tr>
<td width="121" valign="top"><strong>Sudut </strong></td>
<td width="91" valign="bottom"><strong>W(N)</strong></td>
<td width="96" valign="bottom"><strong>AB(m)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">0<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">2.4</td>
<td width="96" valign="bottom">0.335</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">0<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">10</td>
<td width="96" valign="bottom">0.331</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">0<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">20</td>
<td width="96" valign="bottom">0.332</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">30<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">2.4</td>
<td width="96" valign="bottom">0.338</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">30<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">10</td>
<td width="96" valign="bottom">0.331</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">30<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">20</td>
<td width="96" valign="bottom">0.33</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">45<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">2.4</td>
<td width="96" valign="bottom">0.336</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">45<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">10</td>
<td width="96" valign="bottom">0.33</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">45<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">20</td>
<td width="96" valign="bottom">0.33</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">60<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">2.4</td>
<td width="96" valign="bottom">0.34</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">60<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">10</td>
<td width="96" valign="bottom">0.325</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">60<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">20</td>
<td width="96" valign="bottom">0.333</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan data diatas pada sudut 0<sup>0 </sup>menunjukkan hubungan bahwa jika massa makin berat maka panjang lengan AB akan berkurang, namun kemudian bertambah panjang lagi pada massa 10 N. Pola kenaikan panjang ini serupa dengan sudut 60<sup>0 </sup>. Sedangkan pada sudut 30<sup>0 </sup>dan 60 <sup>0 </sup> menunjukkan pola bahwa jika massa makin berat maka panjang lengan makin memendek.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada objek kedua (B) dapat dilihat hubungan antara massa dan panjang AB sebagai berikut:</p>
<div style="text-align:justify;">
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="308">
<tbody>
<tr>
<td width="121" valign="top"><strong>Sudut </strong></td>
<td width="91" valign="bottom"><strong>W(N)</strong></td>
<td width="96" valign="bottom"><strong>AB(m)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">0<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">2.4</td>
<td width="96" valign="bottom">0.311</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">0<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">10</td>
<td width="96" valign="bottom">0.3</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">0<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">20</td>
<td width="96" valign="bottom">0.288</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">30<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">2.4</td>
<td width="96" valign="bottom">0.309</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">30<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">10</td>
<td width="96" valign="bottom">0.304</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">30<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">20</td>
<td width="96" valign="bottom">0.296</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">45<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">2.4</td>
<td width="96" valign="bottom">0.32</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">45<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">10</td>
<td width="96" valign="bottom">0.307</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">45<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">20</td>
<td width="96" valign="bottom">0.296</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">60<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">2.4</td>
<td width="96" valign="bottom">0.301</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">60<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">10</td>
<td width="96" valign="bottom">0.34</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">60<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">20</td>
<td width="96" valign="bottom">0.307</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p style="text-align:justify;">Pada objek kedua ini pola hubungan yang dapat dilihat adalah, pada sudut 0<sup>0 </sup>, 30<sup>0</sup>,dan 45<sup>0 </sup>mengalami pemendekan panjang lengan jika massa bertambah berat. Sedangan pada sudut 60<sup>0 </sup> mengalami perbedaan pola karena pada sudut ini awalnya mengalami kenaikan tapi kemudian mengalami penurunan.</p>
<p style="text-align:justify;">Objek ketiga juga dapat diamati hubungan antara panjang lengan AB dan massa sebagai berikut:</p>
<div style="text-align:justify;">
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="308">
<tbody>
<tr>
<td width="121" valign="top"><strong>Sudut </strong></td>
<td width="91" valign="bottom"><strong>W(N)</strong></td>
<td width="96" valign="bottom"><strong>AB(m)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">0<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">2.4</td>
<td width="96" valign="bottom">0.301</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">0<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">10</td>
<td width="96" valign="bottom">0.279</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">0<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">20</td>
<td width="96" valign="bottom">0.295</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">30<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">2.4</td>
<td width="96" valign="bottom">0.298</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">30<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">10</td>
<td width="96" valign="bottom">0.287</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">30<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">20</td>
<td width="96" valign="bottom">0.298</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">45<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">2.4</td>
<td width="96" valign="bottom">0.3</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">45<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">10</td>
<td width="96" valign="bottom">0.289</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">45<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">20</td>
<td width="96" valign="bottom">0.301</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">60<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">2.4</td>
<td width="96" valign="bottom">0.304</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">60<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">10</td>
<td width="96" valign="bottom">0.288</td>
</tr>
<tr>
<td width="121" valign="top">60<sup>0</sup></td>
<td width="91" valign="bottom">20</td>
<td width="96" valign="bottom">0.303</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p style="text-align:justify;">Pada objek ketiga ini pola hubungan yang dapat dilihat adalah, pada sudut 0<sup>0 </sup>, 30<sup>0</sup>,dan 45<sup>0 </sup>mengalami pemendekan panjang lengan ketika massa bertambah berat dari 2.4 N menuju 10 N. Namun pada saat mendapat beban 20 N, panjang lengan bertambah. Hal ini berbeda dengan objek sebelumnya. Menurut teori, panjang lengan semakin pendek jika beban semakin bertambah.</p>
<p style="text-align:justify;">Percobaan ini juga menghasilkan hubungan antara besar sudut dengan gaya otot yang bekerja. Grafik hubungannya sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">Dari data percobaan yang telah dibuat grafik, maka didapat dilihat bahwa semakin besar sudut maka gaya otor yang dikeluarkan semakin kecil. Pada saat sudut membentuk 30<sup>0</sup> gaya otot bekerja paling besar diantara ketiga sudut percobaan ini. Gaya otot besarnya palingkecil berada pada sudut 60<sup>0</sup>. Hal ini sudah sesuai dengan teori yang menyebutkan demikian.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan rumus yang ada, yaitu :</p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;">Gaya otot berbanding lurus dengan gaya berat. Jadi jika kita memegang beban yang semakin berat, maka gaya otot yang dikeluarkan juga semakin besar. Gaya otot juga berbanding lurus dengan AB. Jadi gaya otot akan semakin besar jika AB juga semakin panjang. Rumus ini digunakan untuk sudut 0<sup>0</sup>.</p>
<p style="text-align:justify;">Rumus kedua yang digunakan dalam percobaan ini adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">Rumus ini digunakan untuk sudut selain 0<sup>0</sup>. Hubungan antara gaya otot dengan komponen dalam rumus ini hampir sama dengan rumus yang pertama. Bedanya, ada faktor sudut yang berpengaruh terhadap gaya otot. Dari rumus ini diperoleh hubungan bahwa gaya otot (M) berbanding lurus dengan cos , namun besarnya sudut itu sendiri ( berbanding terbalik dengan nilai cos. Jika nilai besarnya sudut semakin tinggi maka nilai cos semakin rendah. Oleh karenanya besarnya sudut berbanding terbalik dengan gaya otot (M).</p>
<p style="text-align:justify;">Dari keseluruhan hasil percobaan yang telah dilakukan, hampir semuanya sesuai dengan hubungan yang ada di teori ( rumus ). Namun ada pula sedikit hasil yang menyimpang dengan teori. Misalnya pada hubungan perbandingan massa dan panjang lengan ( AB). Menurut teori seharusnya panjang lengan berbanding terbalik dengan beban. Ketidaksesuaian hasil dalam percobaan ini dapat diakibatkan karena :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Kurang teliti dalam membaca skala pada pita ukur saat mengukur panjang lengan.</li>
<li>Tidak sama dalam meletakkan ujung pita ukur di siku – pangkal tulang jari penumpu beban ( A – B ).</li>
<li>Kesalahan dalam menuliskan hasil pengukuran kedalam data pengamatan.</li>
<li>Posisi lengan yang berubah saat dilakukan pengukuran.</li>
<li>Titik awal pengukuran sudut yang tidak tetap.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahyaroma.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahyaroma.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahyaroma.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahyaroma.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahyaroma.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahyaroma.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahyaroma.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahyaroma.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahyaroma.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahyaroma.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahyaroma.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahyaroma.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahyaroma.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahyaroma.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyaroma.wordpress.com&amp;blog=13774457&amp;post=126&amp;subd=cahyaroma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyaroma.wordpress.com/2011/03/14/gaya-tubuh-dalam-keadaan-statis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/409e5b921beaf95a86efd7fe3a9bc84c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahyaroma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ANEMIA</title>
		<link>http://cahyaroma.wordpress.com/2010/12/01/anemia/</link>
		<comments>http://cahyaroma.wordpress.com/2010/12/01/anemia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Dec 2010 05:06:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahyani Eka Romadhoni'Site</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyaroma.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[ANEMIA A. Pengertian Anemia Anemia dikenal sebagai kekurangan darah. Hal ini dikarenakan : berkuranya konsentrasi hemoglobin turunnya hematokri jumlah sel darah merah berkurang Dengan demikian, anemia adalah penurunan jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin di dalam sel darah merah &#8230; <a href="http://cahyaroma.wordpress.com/2010/12/01/anemia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyaroma.wordpress.com&amp;blog=13774457&amp;post=120&amp;subd=cahyaroma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">ANEMIA</p>
<ol></ol>
<p style="text-align:justify;">A. Pengertian Anemia</p>
<p style="text-align:justify;">Anemia dikenal sebagai kekurangan darah. Hal ini dikarenakan :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>berkuranya konsentrasi hemoglobin</li>
<li> turunnya hematokri</li>
<li>jumlah sel darah merah berkurang</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, anemia adalah penurunan jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin di dalam sel darah merah kurang dikarenakan adanya kelainan dalam pembentukan sel, perdarahan atau gabungan keduanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Anemia tidak hanya dikenal sebagai kurang darah. Perlu diketahui bahwa ada bermacam – macam anemia, yakni :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Anemia karena kurang zat besi (Fe).</li>
<li>Anemia karena pendarahan.</li>
<li>Anemia kronis.</li>
<li>Anemia karena gangguan penyerapan zat besi (Anemia dispagia sideropenik).</li>
<li>Anemia karena kekurangan darah karena kehamilan.</li>
<li>Anemia karena infeksi parasit (seperti penyakit cacing tambang).</li>
<li>Anemia sel besar (megaloblastik).</li>
<li>Anemia pernisiosa karena ganggungan pennyerapan vitamin B12 akibat keurangan asam lambung (anhydra).</li>
<li>Anemia sejak lahir (kelainan penyerapan vitamin B12 sejak lahir meskipun asam lambung tidak ada gangguan).</li>
<li>Anemia karena infeksi cacing dipilotrium (juga terganggu penyerapan vitamin B12).</li>
<li>Anemia karena gangguan penyerapan vitamin B12 karena beberapa kelainan seperti operasi pemotongan usus halus atau akibat diare kronis (cronik tropical sprue)</li>
<li>Anemia scorbut (kekurangan vitamin C).</li>
<li>Anemia sel besar dalam kehamilan (megaloblastik anemia of pregnancy)</li>
<li>Anemia asam arotik (karena kekurangan enzim asam orotidilik dekarboksilase hingga tubuh tidak mampu mengubah asam orotik menjadi orotidilik hingga asam orotik dikeluarkan melalui air seni).</li>
<li>Anemia sel besar akibat mengkonsumsi obat anti kejang.</li>
</ol>
<p>B. Penyebab Anemia</p>
<p>Anemia merupakan penyakit yang dipicu oleh berbagai penyebab. Berikut ini adalah timbulnya anemia, antara lain :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Kegagalan sumsum tulang belakang
<ul>
<li>Anemia aplastik (gangguan pembentukan sel darah merah disertai gangguan pembentukan sel darah lain) dan anemia aplastik sel darah merah yang murni.</li>
<li>Kerusakan sumsum tulang seperti pada keganasan, osteoporosis, dan myelo fibrosis ( jaringan sumsum tulang digantikan jaringan fibrosis) seperti pada penyakit ginjal kronis dan defiensi vitamin D.</li>
<li>Produksi hormon pankreas kurang seperti pada :</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">1)      Penyakit ginjal kronis</p>
<p style="text-align:justify;">2)      Produksi hormon kelenjar gondok kurang</p>
<p style="text-align:justify;">3)      Produksi hormon pituitary kurang</p>
<p style="text-align:justify;">4)      Kurang gizi terutama protein</p>
<p style="text-align:justify;">5)      Peradangan kronis</p>
<p style="text-align:justify;">6)      Mutasi hemoglobin hingga kurang kemampuan mengikat oksigen</p>
<p style="text-align:justify;">Gangguan pematangan sel darah merah dan sel darah merah kurang efektif pada :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>
<ol>
<li>Pematangan sitoplasma sel terganggu karena :</li>
<li>Pematangan inti sel darah merah terganggu karena:</li>
<li>Penyakit orotic asiduria</li>
<li>Anemia hemolitik (sel darah merah cepat hancur)</li>
<li>Sel darah merah yang dibentuk normal tetapi penghancuran sel terlalu cepat.</li>
<li><strong>Tanda dan Gejala</strong></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Gejala anemia berdasarkan mekanisme dan atofisiologi anemia. Gejala dan tanda- tandanya merupakan respons atau kompensasi jantung dan pernafasan berdasar berat dan lamanya jaringan mengalami kekurangan oksigen.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanda – tanda dan gejala anemia :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Hb lebih rendah dari 7 mg%</li>
<li>Penderita mengeluh lemah</li>
<li>Sakit kepala</li>
<li>Telinga mendenging</li>
<li>Penglihatan berkunang – kunang</li>
<li>Merasa cepat letih dan sempoyongan</li>
<li>Mudah tersinggung</li>
<li>Menstruasi berhenti</li>
<li>Libido berkurang</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">10.  Gangguan saluran cerna</p>
<p style="text-align:justify;">11.  Selaput putih mata kuning</p>
<p style="text-align:justify;">12.  Organ limpa membesar</p>
<p style="text-align:justify;">13.  Nafas sesak, mula-mula nafas dalam, lama-kelamaan menjadi dangkal akhirnya jantung sampai shok.</p>
<p style="text-align:justify;">14.  Nadi lemah dan cepat</p>
<p style="text-align:justify;">15.  Hipotensi ortostatik (tekanan darah turun pada waktu perubahan posisi dari duduk ke berdiri atau dari berbaring ke posisi duduk).</p>
<p style="text-align:justify;">16.  Tekanan darah sedikit naik sebagai akibat refleks penyempitan pembuluh darah kecil (arteriol, lama-kelamaan tekanan darah turun sekali sampai mengakibatkan kematian).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>D. </strong><strong>Pencegahan dan Pengobatan Anemia</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Menurut (<a href="http://mediatangsel.com/tag/pencegahan-anemia">http://mediatangsel.com/tag/pencegahan-anemia</a>) , pencegahan anemia dapat dilakuan dengan cara mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan asupan zat gizi cukup. Zat besi dapat diperoleh dengan cara mengonsumsi daging (terutama daging merah) seperti sapi. Zat besi juga dapat diperoleh dari sayur-sayuran berwarna hijau tua seperti bayam, kankung, buncis, kacang polong, dan kacang-kacangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengobatan penyakit anemia dapat dilakukan dengan cara :1.      Pemberian zat besi (Fe)</p>
<p style="text-align:justify;">Langkah untuk mengatasi anemia yang jelas penyebabnya, pemberian</p>
<p style="text-align:justify;">Fe kurang berhasil sebelum penyebabnya diatasi. Anemia yang tidak terlalu berat (sedang) biasanya disebabkan pendarahan. Preparat Fe biasanya diberikan dalam bentuk garam (seperti Ferrous sulfat, glukonat atau fumarat) atau dalam bentuk gabungan dengan gula (sacharat) diberikan per oral tetapi perlu dipertimbangkan pemberian obat maag (antasida) dan makanan yang mengganggu penyerapan preparat besi (Fe), sedangkan penambahan vitamin C meningkatkan penyerapan Fe.</p>
<p style="text-align:justify;">Preparat Fe dalam bentuk kapsul penyerapannya kurang baik. Namun demikian pemberian Fe per oral jauh lebih aman jika dibandingkan dengan pemberian secara suntikan. Pemberian Fe suntikan biasanya diberikan kepada penderita yang kurang toleransi bila diberikan per oral atau karena penderita kehilangan banyak darah seperti pada <em>congenital teleangiectasi hemerrhagic </em>(terjadi pelebaran pembuluh kapiler sejak lahir).</p>
<p style="text-align:justify;">Respons pemberian zat besi baru terlihat setelah 7-10 hari. Hal ini terlihat dalam preparat sel retikulosit (sel muda bakal jadi sel darah merah). Bila dengan pemberian Fe anemia tidak bisa diatasi berarti pendarahan masih terus berlangsung atau ada proses kegananasan di dalam tubuh penderita.</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Tranfusi darah</p>
<p style="text-align:justify;">Secara umum pengobatan anemia tidak memerlukan tranfusi. Tranfusi baru diperlukan jika penderita anemia sudah mengalami kelainan jantung.</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Pemberian ATG</p>
<p style="text-align:justify;">Pemberian ATG ini dilakukan dengan dosis 15 mg/kg BB dilarutkan dalam cairan garam fisiologis melalui infus selama 4-6 jam dalam jagka waktu 10 hari berturut-turut.</p>
<p style="text-align:justify;">Transplantasi sumsum tulang</p>
<p style="text-align:justify;">Transplantasi ini dari kembaran penderita yang biasanya dilakukan pada pengobatan anemia aplastik.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemberian EPO ( <em>Erythropoetin)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Pemberian EPO ini berguna untuk merangsang pembentukan sel darah merah. Hormon androgen atau kartikosteroid boleh dicoba untuk meningkatkan pembentukan sel darah merah (<em>erythroprotein) </em>serta melindungi penghancuran sel darah merah (hemolisis). Hidroksi urea 500 mg/hari atau selang sehari bisa mengurangi pembesaran organ limpa hinga penghancuran sel darah merah juga dapat diatas.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Anonim. 2010. <em>Anemia </em>pada situs <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anemia">http://id.wikipedia.org/wiki/Anemia</a>. Diakses pada 25 November 2010 pukul 11.04 WIB.</p>
<p style="text-align:justify;">Blog Dokter.2008. <em>Anemia </em>pada situs : <a href="http://www.blogdokter.net/2008/06/17/anemia/">http://www.blogdokter.net/2008/06/17/anemia/</a>. Diakses pada 25 November 2010 pukul 11.19 WIB.</p>
<p style="text-align:justify;">Faisal Yatim. 2003. <em>Talasemia, Leukimia, dan Anemia. </em>Jakarta : Pustaka Populer Obor.</p>
<p style="text-align:justify;">Medan.2010. <em>Kenali Beberapa Jenis Anemia </em>pada situs <a href="http://www.medanpunya.com/hidup-sehat/tips/7263-kenali-beberapa-jenis-anemia">http://www.medanpunya.com/hidup-sehat/tips/7263-kenali-beberapa-jenis-anemia</a>. Diakses pada 25 November 2010 pukul 11.28 WIB.</p>
<p style="text-align:justify;">Mediatangasel. 2010. <em>Gejala Anemia, Pencegahan Anemia, dan Obat Anemia </em>pada situs: <a href="http://mediatangsel.com/gejala-anemia-pencegahan-anemia-dan-obat-anemia.html">http://mediatangsel.com/gejala-anemia-pencegahan-anemia-dan-obat-anemia.html</a>. Diakses pada 25 November 2010 pukul 11.12 WIB.</p>
<p style="text-align:justify;">Kimball, John W. 1983. <em>Biologi Jlid 2. </em>Jakarta : Erlangga.</p>
<p>Wiki.2010. <em>Jenis-Jenis Anemia </em>pada situs <a href="http://wikimedya.blogspot.com/search/label/Ilmu%20Kedokteran">http://wikimedya.blogspot.com/search/label/Ilmu%20Kedokteran</a>. Diakses pada 25 November 2010 pukul 11.32 WIB.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahyaroma.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahyaroma.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahyaroma.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahyaroma.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahyaroma.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahyaroma.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahyaroma.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahyaroma.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahyaroma.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahyaroma.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahyaroma.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahyaroma.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahyaroma.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahyaroma.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyaroma.wordpress.com&amp;blog=13774457&amp;post=120&amp;subd=cahyaroma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyaroma.wordpress.com/2010/12/01/anemia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/409e5b921beaf95a86efd7fe3a9bc84c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahyaroma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kadar Timbal di Jogja</title>
		<link>http://cahyaroma.wordpress.com/2010/10/20/kadar-timbal-di-jogja/</link>
		<comments>http://cahyaroma.wordpress.com/2010/10/20/kadar-timbal-di-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Oct 2010 00:15:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahyani Eka Romadhoni'Site</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyaroma.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Kadar timbal di perkotaan adalah 0,3656-75,7 uq/m3, atau melebihi ambang batas maksimum timbal di udara sebesar 2 uq/m3. Kawasan Jalan Diponegoro, Jetis memiliki kandungan timbal tertinggi. Sumber : harianjogja.com (Rabu, 21 Januari 2009 09:13:15) Kadar timbal berkisar antara 0,24-1,60 µg/m3 &#8230; <a href="http://cahyaroma.wordpress.com/2010/10/20/kadar-timbal-di-jogja/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyaroma.wordpress.com&amp;blog=13774457&amp;post=115&amp;subd=cahyaroma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kadar timbal di perkotaan adalah 0,3656-75,7 uq/m3, atau melebihi ambang batas maksimum timbal di udara sebesar 2 uq/m3. Kawasan Jalan Diponegoro, Jetis memiliki kandungan timbal tertinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : harianjogja.com (Rabu, 21 Januari 2009 09:13:15)</p>
<p style="text-align:justify;">Kadar timbal berkisar antara 0,24-1,60 µg/m3 dibawah ambang batas</p>
<p style="text-align:justify;">yakni 2,00 µg/m3. JL Malioboro, Simpang Empat Gramedia, Batas Kota Jl Laksda Adisucipto, Borobudur Plasa, Jl Kusumanegara, Kantor Pos Besar, Wirobrajan, Tugu, Simpang Tiga Kotagede, Mirota Kampus dan Jalan Jlagran.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: BID / UPIK Kota Jogja</p>
<p style="text-align:justify;">(<a href="http://upik.jogjakota.go.id/news/index.cfm?berita_id=09022007094614&amp;x=2">http://upik.jogjakota.go.id/news/index.cfm?berita_id=09022007094614&amp;x=2</a>)</p>
<p style="text-align:justify;">BERITA &#8211; jawa.infogue.com &#8211; YOGYAKARTA, - Empat lokasi di Yogyakarta, yakni Wirobrajan, Jalan Parangtritis, simpang empat Mirota Kampus, dan kawasan di sekitar Kantor Pos Besar Yogyakarta diketahui terce mar logam berat timbal. Kadar timbal di udara pada empat lokasi berlalulintas padat itu mengandung timbal di atas ambang batas.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepala Subbagian Pemulihan Lingkungan Bidang Pengawasan dan Pengendalian Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta Pieter Lawoasal mengatakan, kandungan timbal (Pb) di empat lokasi tersebut telah lebih 2 bagian per satu juta bagian (ppm). Hasil ini diperoleh dari pengukuran pada Bulan September lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Di tempat lain, kandungan timbal masih di bawah ambang batas baku mutu, yaitu rata-rata 1,2 ppm,&#8221; katanya di Yogyakarta, Jumat (11/12).</p>
<p style="text-align:justify;">(<a href="http://jawa.infogue.com/udara_wirobrajan_dan_kantor_pos_yogya_tercemar">http://jawa.infogue.com/udara_wirobrajan_dan_kantor_pos_yogya_tercemar</a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahyaroma.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahyaroma.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahyaroma.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahyaroma.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahyaroma.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahyaroma.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahyaroma.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahyaroma.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahyaroma.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahyaroma.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahyaroma.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahyaroma.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahyaroma.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahyaroma.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyaroma.wordpress.com&amp;blog=13774457&amp;post=115&amp;subd=cahyaroma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyaroma.wordpress.com/2010/10/20/kadar-timbal-di-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/409e5b921beaf95a86efd7fe3a9bc84c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahyaroma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Media Pembelajaran</title>
		<link>http://cahyaroma.wordpress.com/2010/09/29/media-pembelajaran/</link>
		<comments>http://cahyaroma.wordpress.com/2010/09/29/media-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2010 01:15:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahyani Eka Romadhoni'Site</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyaroma.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Media pembelajaran yang baik perlu memperhatikan hal &#8211; hal berikut : need assessment front end analysis audience analysis technology analysis situation analysis task analysis critical incident analysis issue analysis objective analysis media analysis extant data analysis cost analysis<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyaroma.wordpress.com&amp;blog=13774457&amp;post=113&amp;subd=cahyaroma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Media pembelajaran yang baik perlu memperhatikan hal &#8211; hal berikut :</p>
<ul>
<li>need assessment</li>
<li>front end analysis</li>
<li>audience analysis</li>
<li>technology analysis</li>
<li>situation analysis</li>
<li>task analysis</li>
<li>critical incident analysis</li>
<li>issue analysis</li>
<li>objective analysis</li>
<li>media analysis</li>
<li>extant data analysis</li>
<li>cost analysis</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahyaroma.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahyaroma.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahyaroma.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahyaroma.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahyaroma.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahyaroma.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahyaroma.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahyaroma.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahyaroma.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahyaroma.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahyaroma.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahyaroma.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahyaroma.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahyaroma.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyaroma.wordpress.com&amp;blog=13774457&amp;post=113&amp;subd=cahyaroma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyaroma.wordpress.com/2010/09/29/media-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/409e5b921beaf95a86efd7fe3a9bc84c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahyaroma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekilas Metode Ilmiah</title>
		<link>http://cahyaroma.wordpress.com/2010/05/27/sekilas-metode-ilmiah/</link>
		<comments>http://cahyaroma.wordpress.com/2010/05/27/sekilas-metode-ilmiah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 02:17:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahyani Eka Romadhoni'Site</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyaroma.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[The scientific method is a process for experimentation that is used to explore observations and answer questions. Metode ilmiah adalah proses untuk percobaan yang digunakan untuk mengeksplorasi pengamatan dan menjawab pertanyaan. Scientists use the scientific method to search for cause &#8230; <a href="http://cahyaroma.wordpress.com/2010/05/27/sekilas-metode-ilmiah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyaroma.wordpress.com&amp;blog=13774457&amp;post=10&amp;subd=cahyaroma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">The scientific method is a process for  experimentation that is used to explore observations and answer  questions. Metode ilmiah adalah proses untuk percobaan yang  digunakan untuk mengeksplorasi pengamatan dan menjawab pertanyaan.  Scientists  use the scientific method to search for cause and effectsebab dan akibat di alam. In  other words, they design an experiment so that changes to one item cause  something else to vary in a predictable way. Dengan kata lain,  mereka merancang percobaan sehingga perubahan pada salah satu sesuatu  yang menyebabkan item lain untuk berubah dengan cara diprediksi. relationships in nature. Para ilmuwan menggunakan metode ilmiah  untuk mencari hubungan </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Just  as it does for a professional scientist, the scientific method will help  you to focus your science fair project question, construct a  hypothesis, design, execute, and evaluate your experiment. Sama  seperti halnya untuk seorang ilmuwan profesional, metode ilmiah akan  membantu Anda untuk fokus ilmu Anda pertanyaan proyek yang adil,  membangun hipotesis, desain, melaksanakan, dan mengevaluasi percobaan  Anda.</span></p>
<div style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><img src="http://www.sciencebuddies.com/mentoring/overview_scientific_method2.gif" alt="Sekilas Metode Ilmiah" hspace="20" vspace="0" />http://www.sciencebuddies.com/mentoring/project_scientific_method.shtml</span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahyaroma.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahyaroma.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahyaroma.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahyaroma.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahyaroma.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahyaroma.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahyaroma.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahyaroma.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahyaroma.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahyaroma.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahyaroma.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahyaroma.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahyaroma.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahyaroma.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyaroma.wordpress.com&amp;blog=13774457&amp;post=10&amp;subd=cahyaroma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyaroma.wordpress.com/2010/05/27/sekilas-metode-ilmiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/409e5b921beaf95a86efd7fe3a9bc84c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahyaroma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.sciencebuddies.com/mentoring/overview_scientific_method2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Sekilas Metode Ilmiah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>POTENSI  TOPOGRAFI KARST DI GUNUNGKIDUL</title>
		<link>http://cahyaroma.wordpress.com/2010/05/26/potensi-topografi-karst-di-gunungkidul/</link>
		<comments>http://cahyaroma.wordpress.com/2010/05/26/potensi-topografi-karst-di-gunungkidul/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 11:48:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahyani Eka Romadhoni'Site</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyaroma.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[ABSTRAK, Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di DIY yang wilayahnya sebagian besar terdiri dari topografi karst. Selama ini Gunungkidul lebih dikenal dengan sebutan daerah gersang, kekurangan air, dsb. Adanya topografi karst membuat Gunungkidul menjadi jelek di mata masyarakat luar. Padahal &#8230; <a href="http://cahyaroma.wordpress.com/2010/05/26/potensi-topografi-karst-di-gunungkidul/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyaroma.wordpress.com&amp;blog=13774457&amp;post=4&amp;subd=cahyaroma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>ABSTRAK, Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di DIY yang wilayahnya sebagian besar terdiri dari topografi karst. Selama ini Gunungkidul lebih dikenal dengan sebutan daerah gersang, kekurangan air, dsb. Adanya topografi karst membuat Gunungkidul menjadi jelek di mata masyarakat luar. Padahal topografi karst menyimpan segudang potensi yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan Gunungkidul. Potensi yang dimiliki kawasan karst di Gunungkidul perlu digali agar dapat memberikan sumbangan yang besar bagi kehidupan  manusia, khususnya masyrakat setempat. Penggalian potensi perlu diimbangi dengan adanya norma terhadap lingkungan.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>Artikel ini dibuat dengan cara pengamatan, wawancara, observasi, pencarian informasi dari berita, dan referensi buku maupun internet. Dari proses tersebut saya berhasil menguraikan informasi mengenai potensi topografi karst di Gunungkidul. Karst adalah bentuk bentang alam pada batuan karbonat yang bentuknya sangat khas berupa bukit lembah dolian dan goa. Potensi topografi karst di antaranya potensi mineral, potensi air, potensi wisata, potensi ilmu pengetahuan, potensi organic, dan potensi sosial.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>Pemanfaatan potensi-potensi tersebut tentunya akan didampingi kendala-kendala. Pemanfaatan potensi-potensi di atas tentunya membutuhkan modal yang tidak kecil. Potensi yang sebenarnya besar namun sulit untuk dimanfaatkan secara optimal adalah potensi air. Modal untuk memanfaatkan sungai bawah tanah secara optimal tampaknya cukup besar. Hal ini belum ditambah mulai adanya degradasi penggunaan lahan di daerah karst. Penambangan yang tidak memperhatikan norma lingkungan telah membuat lingkungan rusak. Perlu adanya kerjasama semua pihak agar pemanfaatan potensi karst di Gunungkidul dapat berjalan maksimal namun tidak merusak lingkungan.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em> </em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>( kata kunci : topografi karst, potensi, pembangunan, norma lingkungan )</em></span></p>
<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 		A:link { so-language: zxx } --></p>
<p style="text-align:center;"><strong>BAB I</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p>A. Latar 	Belakang</p>
<p style="text-align:justify;">Gunungkidul merupakan salah satu kebupaten di DIY yang hampir semua wilayahnya termasuk ke dalam topografi karst. Adanya topografi ini menjadikan gunungkidul lebih dikenalk dengan sebutan daerah kapur nan gersang. Namun di balik itu semua, ternyata kawasan Gunungkidul yang mempunyai topografi karst menyimpan potensi yang besar bagi kehidupan manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Potensi yang dimiliki kawasan karst di Gunungkidul perlu digali agar dapat memberikan sumbangan yang besar bagi kehidupan  manusia, khususnya masyrakat setempat. Penggalian potensi perlu diimbangi dengan adanya norma terhadap lingkungan.</p>
<p>Makalah ini akan menampilkan beberapa hal tentang terminologi karst, potensi karst yang dapat dimanfaatkan (dalam makalah ini penulis memfokuskan potensi pengembangan daerah karst di kabupaten Gunung Kidul), dan dampak pemanfaatan daerah tersebut dari berbagai sudut pandang. Harapannya usaha pemanfaatan potensi ini dapat berjalan maksimal dengan usaha yang sedemikian rupa hingga dampak yang bersifat negatif dapat diminimalisir.</p>
<p>B. Permasalahan</p>
<ol>
<li>Apakah yang 	dimaksud dengan topografi karst?</li>
<li>Apa saja 	potensi dan pemanfaatan topografi  karst di Gunungkidul?</li>
<li>Bagaimana 	kendala yang dihadapi dalam memanfaatkan potensi kawasan karst?</li>
</ol>
<p>C. Tujuan</p>
<ol>
<li>Mengatahui 	pengertian daerah karst.</li>
<li>Mengetahui 	berbagai macam potensi dan pemanfaatan daerah karst di Gunungkidul.</li>
<li>Mengatahui 	kendala yang dihadapi dalam memanfaatkan potensi karst.</li>
</ol>
<p style="text-align:center;"><strong>BAB II</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>PEMBAHASAN</strong></p>
<p>A. Pengertian 	Topografi Karst</p>
<p style="text-align:justify;">Istilah karst yang dikenal di Indonesia sebenarnya diadopsi dari bahasa Yugoslavia/Slovenia. Istilah aslinya adalah <em>‘krst / krast&#8217; </em>yang merupakan nama suatu daerah di perbatasan antara Yugoslavia dengan Italia Utara, dekat kota Trieste. Slain itu ada pula yang menyebutkan bahwa istilah karst berasal dari bahasa Slovenia, terdiri dari <em>kar </em>(batuan) dan <em>hrast </em>(oak), dan digunakan pertama kali oleh pembuat peta- peta Austria mulai tahun 1774 sebagai suatu nama untuk daerah berbatuan gamping berhutan oak di daerah yang bergoa di sebelah Barat laut Yugoslavia dan sebelah Timur Laut Italia<span style="font-size:x-small;">. </span>Istilah karst akhirnya dipakai untuk menyebut semua daerah berbatuan gamping di seluruh dunia yang mempunyai keunikan dan spesifikasi yang sama, karena proses pelarutan <em>(solusional), </em>bahkan berlaku pula untuk fenomena pelarutan pada batuan lain seperti gypsum, serta batuan garam dan anhidratnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan pengertian dalam ketentuan umum Kepmen ESDM nomor 1456 K/20/MEM/2000 tentang pedoman pengelolaan kawasan karst disebutkan bahwa yang dimaksud kasrt adalah bentuk bentang alam pada batuan karbonat yang bentuknya sangat khas berupa bukit lembah dolian dan goa. Syarat-syarat berkembangnya topografi karst antara lain :</p>
<ol>
<li>Terdapat batuan yang mudah larut (dolomit dan batu gamping),</li>
<li>Batu gamping dengan kemurnian tinggi,</li>
<li>Lapisan batuan yang tebal,</li>
<li>Terdapat banyak retakan (diaklas),</li>
<li>Berada pada daerah dengan curah hujan tinggi (tropis basah),</li>
<li>Memiliki vegetasi penutup lahan dengan kerapatan tinggi.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Di Indonesia terdapat beberapa daerah topografi karst diantaranya berada di pulau Jawa meliputi daerah pegunungan Sewu, perbukitan Rembang, dan Jampang (sebelah selatan Jawa Barat). Selain itu, juga ditemukan di beberapa daerah di Sulawesi Tengah, daerah Papua (di Kepala Burung pada formasi Klasafet, serta di Sumatera Selatan dan Aceh.</p>
<p style="text-align:justify;">Kabupaten Gunung Kidul merupakan salah satu wilayah dengan topografi karst-nya (Pegunungan Sewu) yang telah mendunia. Bahkan pernah disebut-sebut sebagai salah satu warisan dunia karena keunikannya. Karst Pegunungan Sewu dicirikan dengan berkembangnya kubah karst, yaitu bentukan positif yang tumpul, tidak terjal. Karst Pegunungan Sewu juga dicirikan dengan bentukan dolin yang setiap musim penghujan selalu terisi air yang kemudian disebut telaga, yang jumlahnya ratusan. Luas karst Gunung Sewu mencapai 3300 km<sup>2</sup> yang meliputi Propinsi DIY, Jawa Tengah, dan Propinsi Jawa Timur.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://cahyaroma.files.wordpress.com/2010/05/beton.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-99" title="beton" src="http://cahyaroma.files.wordpress.com/2010/05/beton.jpg?w=150&#038;h=96" alt="" width="150" height="96" /></a><strong>Gambar 1</strong>. Danau Dolin Beton</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://cahyaroma.files.wordpress.com/2010/05/kubah-karst.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-101" title="kubah karst" src="http://cahyaroma.files.wordpress.com/2010/05/kubah-karst.jpg?w=150&#038;h=91" alt="" width="150" height="91" /></a><strong>Gambar 2</strong>. Kubah Karst Playen</p>
<p>B. Potensi dan  Pemanfaatan Topografi Karst di Gunungkidul</p>
<p>1. Potensi Mineral</p>
<p>Batuan karbonat (batu gamping) merupakan salah satu dari sumber mineral terbesar di daerah karst. Batuan ini sering digunakan sebagai ornamen/hiasan, campuran pembuatan semen, serta bahan baku industri-industri seperti untuk bahan pemutih, penjernih air dan bahan pestisida.</p>
<p>2. Potensi Air<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada dasarnya, karena merupakan batuan yang kompak, batugamping bersifat impermeabel. Adanya sistem rekahan atau rongga-rongga pelarutan di dalamnya, menyebabkan batugamping dapat bertindak sebagai akifer yang cukup baik. Potensi air di permukaan lebih banyak diwujudkan dalam bentuk danau dolin (sering disebut telaga).</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://cahyaroma.files.wordpress.com/2010/05/1.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-102" title="1" src="http://cahyaroma.files.wordpress.com/2010/05/1.jpg?w=150&#038;h=85" alt="" width="150" height="85" /></a><strong>Gambar 3. </strong>Sistem akifer media rekahan pada batugamping (Imam Sadisun dalam Puradimaja, 1993)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://cahyaroma.files.wordpress.com/2010/05/2.png"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-103" title="2" src="http://cahyaroma.files.wordpress.com/2010/05/2.png?w=150&#038;h=142" alt="" width="150" height="142" /></a><strong>Gambar 4. </strong>Sungai bawah tanah Goa Kali Suci</p>
<p style="text-align:justify;">Selain sungai bawah tanah, potensi air di daerah karst juga dapat diperoleh melalui mata air-mata airnya. Keunggulan mata air karst adalah waktu tundanya yang panjang antara hujan hingga keluar ke mata air karena sifat batuannya yang impermeabel. Bila waktu tunda mata air empat bulan, hujan maksimum yang jatuh Januari akan menghasilkan debit maksimum bulan Mei. Dengan demikian beberapa mata air karst justru debitnya besar saat kermarau.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Potensi Wisata dan Ilmu Pengetahuan</p>
<p style="text-align:justify;">Keunikan daerah karst sebenarnya juga dapat dimanfaatkan sebagai daerah tujuan wisata. Apalagi, Gunung Kidul juga masih memiliki potensi wisata keindahan pantainya yang cukup terkenal (pantai Baron dan Kukup) yang bisa dijadikan ajang sebagai “teman promosi” wisata karst.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://cahyaroma.files.wordpress.com/2010/05/3.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-104" title="3" src="http://cahyaroma.files.wordpress.com/2010/05/3.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a><strong>Gambar 8. </strong>Pantai Kukup</p>
<p style="text-align:justify;">Daerah karst memiliki keunikan-keunikan tersendiri yang tidak ada di daerah lain. Sebagai contoh di bawah permukaan karst, sering terdapat goa-goa beserta ornamennya yang begitu eksotis. Goa di sini tidak hanya goa horisontal, namun adapula goa vertikal yang cocok untuk para pecinta caving. Gua terbentuk pada dasarnya karena masuknya air ke dalam tanah.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://cahyaroma.files.wordpress.com/2010/05/ornamen.jpeg"><img class="aligncenter size-full wp-image-105" title="ornamen" src="http://cahyaroma.files.wordpress.com/2010/05/ornamen.jpeg?w=99&#038;h=132" alt="" width="99" height="132" /></a><strong>Gambar 6. </strong>Ornamen-ornamen goa karst.</p>
<p style="text-align:justify;">Di samping potensi wisata, daerah karst juga berpotensi untuk memajukan kecerdasan bangsa melalui keunikan-keunikannya yang diteliti oleh para ilmuan. Karst termasuk salah satu obyek kajian berbagai disiplin ilmu, seperti geomorfologi, hidrologi, biospeleologi, geologi, arkeologi, dan karstologi.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Gambar 7. </strong>Goa Gremeng</p>
<p>4. Potensi Organik</p>
<p style="text-align:justify;">Meski jumlahnya kian menurun, populasi fauna-fauna daerah karst sebenarnya sangat menguntungkan manusia. Fauna-fauna yang sering dijumpai di daerah karst diantaranya, ular, walet, dan kelelawar. Keberadaan (paling tidak) tiga hewan tersebut secara tidak langsung juga mempengaruhi produksi tanaman-tanaman pangan. Sebagai contoh ular. Ular merupakan salah satu predator tikus (yang merupakan golongan hama tanaman). Menurunnya populasi ular dapat mengakibatkan menaikkan bahkan meledakkan populasi tikus yang akhirnya dapat menimbulkan kegagalan panen.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Potensi Sosial</p>
<p>Nilai sosial-budaya kawasan karst selain menjadi tempat tinggal juga mempunyai nilai spiritual/religius, estitika, rekreasional dan pendidikan. Banyak tempat di kawasan karst yang digunakan untuk kegiatan spiritual/religius. Banyak aspek hubungan antara manusia dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat spiritual khususnya dengan keyakinan masyarakat dengan fenomena alam di sekitarnya seperti halnya gua. Hubungan antara manusia dan alam disekitarnya pada dasarnya akan memberikan pelajaran kepada manusia bagaimana melestarikan alam dan dekat dengan Sang Penciptanya.(<a href="http://www.edukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=188&amp;fname=all.htm">http://www.edukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=188&amp;fname=all.htm</a> )</p>
<p>C. Kendala yang Dihadapi dalam Pemanfaatan Potensi Karst</p>
<p style="text-align:justify;">Pemanfaatan potensi-potensi di atas tentunya membutuhkan modal yang tidak kecil. Potensi yang sebenarnya besar namun sulit untuk dimanfaatkan secara optimal adalah potensi air. Modal untuk memanfaatkan sungai bawah tanah secara optimal tampaknya cukup besar. Hal ini belu ditambah mulai adanya degradasi penggunaan lahan di daerah karst.</p>
<p style="text-align:justify;">Daerah karst dikenal sebagai daerah yang rentan terhadap kerusakan lahan. Hal ini disebabkan banyaknya rekahan yang menjadikan polutan sekecil apapun dapat masuk melalui pori-pori tanah dan bercampur dengan sistem sungai bawah tanah. Beberapa kegiatan seperti pertambangan, alih fungsi lahan, dan pemanfaatan potensi-potensi yang tidak berorientasi lingkungan akan memperparah degradasi lahan di daerah karst.</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam Karst Kelas I tidak boleh ada kegiatan usaha pertambangan, kecuali kegiatan yang berkaitan dengan penelitian yang tidak merubah atau merusak bentuk-bentuk morfologi dan fungsi Kawasan Karst. Karst kelas ini merupakan kawasan yang perlu dikonservasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Gambar 8</strong>. Kerusakan Bukit Karst di daerah Bedoyo Ponjong Gunungkidul akibat penambangan yang tidak memperhatikan lingkungan</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan aturan tersebut di atas, seharusnya karst di Gunung Kidul juga harus mulai diklasifikasikan agar bagian-bagian yang harus dikonservasi maupun bagian yang dapat dimanfaatkan dapat terkontrol. Adanya pengklasifikasian diharapkan dapat mengurangi degradasi lingkungan yang mulai terjadi di daerah Karst Gunung Kidul. Menurut www.kompas.com, dari tahun 1990 sampai 2006 terjadi kerusakan setidaknya terhadap 50 bukit karst di sana. Ditengarai usaha penambangan yang tidak mengenal lagi aspek lingkungan menjadi tersangkanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain penambangan, pemanfaatan lain seperti untuk tempat wisata juga perlu diperhatikan. Pemanfaatan tersebut bisa saja akan merusak ekosistem yang telah terbentuk yang selama ini sebenarnya justru menguntungkan manusia meski secara tidak langsung.</p>
<p style="text-align:justify;">Lepas dari itu semua, kunci berbagai masalah dalam pemanfaatan potensi karst dan kendalanya ini adalah kesadaran akan lingkungan dan adanya rantai kemiskinan yang telah melingkar. Kesadaran lingkungan yang kurang sebenarnya adalah dampak ketidaktahuan masyarakat terhadap suatu hal. Akibatnya dia tidak tahu apakah yang diperbuatnya itu merugikan atau tidak. Sumber ketidaktahuan tersebut adalah lingkaran kemiskinan yang melingkar di beberapa wilayah tidak hanya di Gunung Kidul, tetapi juga di berbagai wilayah di negeri ini.</p>
<p>Agar pemanfaatan potensi topografi karst di Gunungkidul dapat berjalan maksimal, maka diperlukan bantuan berbagai pihak dalam rangka memaksimalkan potensi yang ada namun tetap mengikuti norma lingkungan.</p>
<p style="text-align:center;">BAB III</p>
<p style="text-align:center;">KESIMPULAN</p>
<p style="text-align:justify;">Daerah topografi karst menyimpan banyak potensi yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia. Potensi tersebut antara lain :</p>
<ol>
<li>Potensi Mineral</li>
<li>Potensi Air</li>
<li>Potensi Wisata</li>
<li>Potensi Ilmu Pengetahuan</li>
<li>Potensi Organik</li>
<li>Potensi Sosial</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Pemanfaatan potensi-potensi tersebut tentunya akan didampingi kendala-kendala. Kendala yang pertama dalam usaha pemanfaatan tersebut adalah modal. Selain itu faktor pemanfaatan yang tidak mengikuti norma lingkungan juga menghambat pemanfaatan potensi. Perlu adanya kerjasama semua pihak agar pemanfaatan potensi karst di Gunungkidul dapat berjalan maksimal namun tidak merusak lingkungan.</p>
<p><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Abdillah Imron Nasution. 2008. <em>Kawasan Karst dan Konservasi </em>pada situs <a href="http://karstaceh.com/entrance/kawasan-karst-dan-konservasi">http://karstaceh.com/entrance/kawasan-karst-dan-konservasi</a>. Diakses pada 25 April 19.40 WIB.</p>
<p style="text-align:justify;">Daris Jati. 2008. <em>Wisata Karst Gunungkidul </em>pada situs <a href="http://jati11.multiply.com/photos/album/5/Wisata_Karst_GunungkidulDibyosap">http://jati11.multiply.com/photos/album/5/Wisata_Karst_GunungkidulDibyosap</a>. Diakses pada 25 April 2010 pukul 19.07 WIB.</p>
<p style="text-align:justify;">Endif. 2010. <em>Hidrogeologi Karst (Karst hydrogeology) </em>pada situs <a href="http://www.fitb.itb.ac.id/kk-geologi-terapan/wp-login.php">http://www.fitb.itb.ac.id/kk-geologi-terapan/wp-login.php</a>. Diakses pada 25 April 2010 pukul 19.24 WIB.</p>
<p style="text-align:justify;">Heru Pramono. 2003. <em>Geomorfologi Dasar. </em>Yogyakarta : FISE UNY.</p>
<p style="text-align:justify;">Kabupaten Gunungkidul. 2007. <em>Wisata Alam Karst </em>pada situs  <a href="http://gunungkidulkab.go.id/home.php?mode=content&amp;submode=detail&amp;id=620">http://gunungkidulkab.go.id/home.php?mode=content&amp;submode=detail&amp;id=620</a>. Diakses pada 25 April 2010 pukul 19.33 WIB.</p>
<p style="text-align:justify;">Langit Ardhy Susilo. 2008.<em> </em><a href="http://langitbiru89.multiply.com/journal/item/25/KARST_GUNUNG_KIDUL_POTENSI_PEMANFAATAN_DAN_DAMPAKNYA_BAGI_LINGKUNGAN"><span style="color:#000000;"><em>Karst Gunung Kidul, Potensi Pemanfaatan, Dan Dampaknya Bagi Lingkungan</em></span></a><span style="color:#000000;"><em> </em></span>pada situs <a href="http://langitbiru89.multiply.com/journal/item/25/KARST_GUNUNG_KIDUL_POTENSI_PEMANFAATAN_DAN_DAMPAKNYA_BAGI_LINGKUNGAN">http://langitbiru89.multiply.com/journal/item/25/KARST_GUNUNG_KIDUL_POTENSI_PEMANFAATAN_DAN_DAMPAKNYA_BAGI_LINGKUNGAN</a>. Diakses pada 24 April 20.04 WIB.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><em>Syawal. 2009. </em></em><em>Morfologi Karst </em><em><em>pada situs </em></em><a href="http://syawal88.wordpress.com/2009/02/21/morfologi-karst/">http://syawal88.wordpress.com/2009/02/21/morfologi-karst/</a><em><em>. Diakses \pada 25 April 2010 pukul 19.55 WIB.</em></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><em>Tjahyo Nugroho dkk.1999. </em></em><em>Kawasan Karst dan Pengembangannya </em><em><em>pada situs </em></em><a href="http://endjivanhouten.wordpress.com/2008/06/05/kawasan-karst-dan-prospek-pengembangannya/">http://endjivanhouten.wordpress.com/2008/06/05/kawasan-karst-dan-prospek-pengembangannya/</a><em><em>. Diakses pada 25 April 2010 pukul 20.09 WIB</em></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahyaroma.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahyaroma.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahyaroma.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahyaroma.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahyaroma.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahyaroma.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahyaroma.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahyaroma.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahyaroma.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahyaroma.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahyaroma.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahyaroma.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahyaroma.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahyaroma.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyaroma.wordpress.com&amp;blog=13774457&amp;post=4&amp;subd=cahyaroma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyaroma.wordpress.com/2010/05/26/potensi-topografi-karst-di-gunungkidul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/409e5b921beaf95a86efd7fe3a9bc84c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahyaroma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahyaroma.files.wordpress.com/2010/05/beton.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">beton</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahyaroma.files.wordpress.com/2010/05/kubah-karst.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kubah karst</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahyaroma.files.wordpress.com/2010/05/1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahyaroma.files.wordpress.com/2010/05/2.png?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahyaroma.files.wordpress.com/2010/05/3.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahyaroma.files.wordpress.com/2010/05/ornamen.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">ornamen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://cahyaroma.wordpress.com/2010/05/20/hello-world/</link>
		<comments>http://cahyaroma.wordpress.com/2010/05/20/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 06:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahyani Eka Romadhoni'Site</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyaroma.wordpress.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyaroma.wordpress.com&amp;blog=13774457&amp;post=1&amp;subd=cahyaroma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahyaroma.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahyaroma.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahyaroma.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahyaroma.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahyaroma.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahyaroma.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahyaroma.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahyaroma.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahyaroma.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahyaroma.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahyaroma.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahyaroma.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahyaroma.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahyaroma.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyaroma.wordpress.com&amp;blog=13774457&amp;post=1&amp;subd=cahyaroma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyaroma.wordpress.com/2010/05/20/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/409e5b921beaf95a86efd7fe3a9bc84c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahyaroma</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
